Hasil riset dari lembaga-lembaga survei di Indonesia beberapa tahun terakhir ini memang cenderung tidak objektif, banyak lembaga survei yang membuat survei untuk menguntungkan capres yang didukungnya, baik untuk kubu capres Jokowi ataupun kubu capres Prabowo. Namun secara objektif elektabilitas Jokowi memang tengah menurun dam hanya terpaut sedikit saja dari elektabilitas Prabowo. Bahkan ada lembaga survei yang menyatakan elektabilitas Prabowo telah menyalip elektabilitas Jokowi. Yap itu kan prediksi dari berbagai lembaga survei, untuk mengetahui jawaban yang sesungguhnya kita lihat saja nanti siapa yang akan menang dalam pilpres 9 Juli 2014 nanti, yang terpenting adalah apapun hasilnya kedua kubu harus siap menerimanya demi menjaga keamanan negeri kita, Indonesia.
04 July 2014
Elektabilitas Prabowo Mulai Imbangi Elektabilitas Jokowi
Menjelang 9 Juli ini semakin menarik saja persaingan antara Prabowo dan Jokowi untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia, dari berbagai lembaga survei menunjukkan elektabilitas calon presiden Joko Widodo terus mengalami.penurunan, indikasinya di bulan juni hingga awal juli ini elektabilitas Jokowi berada di bawah 50 Persen, padahal sebelum bulan Juni elektabilitas Jokowi selalu berada di atas 50 persen. Bahkan Burhanudi Muhtadi dari Indikator Politik Indonesia yang cenderung mendukung Jokowi menyatakan suara Jokowi di Propinsi Jawa Barat mengalami penurunan yang cukup signifikan, sehingga menyarankan agar timses Jokowi bekerja lebih keras lagi.
08 June 2014
Hindari Pemimpin Yang Munafik
Dalam dunia politik bohong menjadi hal yang biasa, dengan santai dan seolah-olah tak berdosa mereka ingkari janji yang telah diucapkan. Dalam Islam orang-orang yang ingkar janji adalah ciri orang munafik, seperti ditegaskan dalam Hadis riwayat Abdullah bin Amru ra., ia berkata, Rasulullah saw. pernah bersabda : "Ada empat sifat yang bila dimiliki maka pemiliknya adalah munafik murni. Dan barang siapa yang memiliki salah satu di antara empat tersebut, itu berarti ia telah menyimpan satu tabiat munafik sampai ia tinggalkan. Apabila berbicara ia berbohong, apabila bersepakat ia berkhianat, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila bertikai ia berbuat curang. [HR Muslim]. Kemudian dalam Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda:آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَAda tiga tanda orang munafik; apabila berbicara ia berbohong, apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila dipercaya ia berkhianat. (HR Muslim).
Masyarakat terutama umat muslim harus teliti dan waspada kala hendak memilih pemimpin, lihatlah! Apakah ia seorang yang amanah dan teguh memegang janjinya, jangan sampai kita dipimpin oleh orang yang munafik! Sulit memang di negeri ini ada politikus yang teguh dan amanah dalam memimpin rakyatnya, namun setidaknya kita dapat memilih yang madhorotnya lebih kecil. Selain kita melihat sosok pemimpin yang kita pilih, maka perlu juga melihat siapa saja pendukung di belakangnya, karena para pendukung calon pemimpin itu akan mempengaruhi kebijakan dan keputusan sang pemimpin kelak.
Subscribe to:
Posts (Atom)


